UTamaPress NEWS — Sebuah karya ilmiah tidak selalu berhenti di rak buku atau ruang-ruang akademik. Bagi Dr. Hariono, S.H., S.E., M.H., buku perdana yang ditulisnya justru menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai wujud rasa syukur atas terbitnya karya pertamanya sekaligus bentuk kepedulian sosial, Dr. Hariono menyerahkan seluruhroyaltidaripenjualanbukuperdananya untuk membantu operasional Masjid H. Sjamsoeddin Kurnia, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026.
Masjid H. Sjamsoeddin Kurnia merupakan masjid yang berada di lingkungan keluarga H. Sjamsoeddin Kurnia dan memiliki keterkaitan dengan keluarga Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Buku yang menjadi sumber royalti tersebut berjudul HakikatPelibatan TNI dalamOperasiMiliter Selain Perang (dalamPerspektifKedaulatan Negara dan Negara Hukum). Buku ini merupakan karya perdana Dr. Hariono, seorang perwira TNI sekaligus akademisi dari Rindam XIV/Hasanuddin, Makassar, dan diterbitkan secara resmi oleh UTama Press, Universitas Widyatama Bandung.
Ketika Penulis dan PenerbitMenghadirkan Manfaat


Kehadiran buku tersebut sekaligus memperlihatkan hubungan strategis antara penulis dan penerbit. Penulis menghadirkan gagasan, pengalaman, dan pengetahuan melalui karya; sementara penerbit membantu memastikan gagasan tersebut terdokumentasi, diproduksi, dan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Dalam konteks inilah, penerbitan buku tidak sekadar menjadi proses menghasilkan sebuah produk intelektual. Karya yang lahir dari dunia akademik dapat memiliki perjalanan lebih panjang—dari gagasan, menjadi buku, dibaca masyarakat, hingga kemudian kembali memberi manfaat sosial.
Bagi UTama Press, karya Dr. Hariono menjadi salah satu contoh bahwa penerbitanakademikdapatmenjadijembatanantarapengetahuan dan pengabdian. Buku bukan hanya medium untuk menyampaikan pemikiran, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat.
Dr. Hariono menyampaikan bahwa keputusan menyerahkan seluruh royalti buku perdananya merupakan bentuk dedikasi dan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk menghasilkan sebuah karya.
“Seluruh royalti dari buku pertama yang diterbitkan oleh UTama Press Universitas Widyatama ini sepenuhnya saya serahkan untuk membantu Masjid H. Sjamsoeddin Kurnia. Ini adalah wujud rasa syukur saya kepada Allah SWT, sekaligus niat untuk memberi manfaat yang seluas-luasnya melalui karya ilmiah,” ujar Dr. Hariono.
Menurutnya, sebuah karya akademik idealnya tidak hanya memberikan manfaat dalam ranah intelektual. Pengetahuan yang dituangkan dalam buku juga dapat menjadi bagian dari pengabdian dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sosial.
Dari PengetahuanMenujuKemanfaatan
Langkah Dr. Hariono memberikan pesan sederhana tetapi penting: nilaisebuahbukutidakhanyaterletak pada jumlahhalaman, banyaknyapembaca, ataukedalamankajiannya, tetapi juga pada kemanfaatan yang dapatditimbulkannya.
Dalam perjalanan sebuah buku, penulis dan penerbit memiliki peran yang saling melengkapi. Penulis menyumbangkan gagasan dan pengetahuan, sedangkan penerbit menghadirkan ekosistem agar gagasan tersebut dapat menjadi karya yang terpublikasi dan dapat diakses oleh masyarakat.
Melalui penerbitan buku perdana Dr. Hariono, UTama Press tidak hanya menjalankan fungsi penerbitan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sebuah gagasan hingga menemukan bentuk kemanfaatannya.
Penyerahan seluruh royalti tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para akademisi, perwira, peneliti, dan penulis lainnya bahwa karya pengetahuan dapat menemukan makna yang lebih luas ketika pengetahuan tersebut diikuti dengan kepedulian dan pengabdian.
Pada akhirnya, sebuah buku mungkin lahir dari pikiran seorang penulis, diterbitkan melalui tangan penerbit, dan dibaca oleh masyarakat. Namun, ketika hasil dari karya tersebut kembali menjadi manfaat bagi sesama, perjalanan sebuah buku menemukan makna yang jauh lebih dalam: dari pengetahuan menuju kemanfaatan, dari karya menuju pengabdian. (Penulis: Ijah H; Editor: LIrahali)