BANDUNG — Menatap dinamika ketatanegaraan modern, peran militer kini tidak lagi bisa dipandang secara sempit hanya sebatas fungsi pertahanan konvensional. Kompleksitas ancaman kontemporer—mulai dari terorisme, bencana alam, hingga konflik sosial—kini menuntut kehadiran negara yang jauh lebih adaptif, responsif, namun tetap berpijak kokoh pada koridor hukum.
Refleksi mendalam inilah yang melatari lahirnya buku berjudul “Hakikat Pelibatan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Dalam Perspektif Kedaulatan Negara dan Negara Hukum” karya Dr. Hariono, S.E., S.H., M.H. Kehadiran buku ini menjadi kontribusi nyata dalam merawat semangat literasi, sekaligus membedah bagaimana Indonesia sebagai negara hukum menempatkan posisi TNI secara strategis namun tetap berlandaskan asas pembatasan.
Sebagai seorang perwira aktif TNI Angkatan Darat, Dr. Hariono berhasil menjembatani kekayaan pengalaman lapangannya dengan kedalaman analisis akademis di bidang hukum. Melalui buku ini, ia mengupas tuntas bahwa setiap derap langkah TNI dalam OMSP tidak boleh lepas dari rambu-rambu konstitusi, khususnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 serta regulasi turunannya. Ini adalah wujud nyata dari upaya menjaga kedaulatan tanpa mencederai prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
Langkah strategis untuk menyebarluaskan gagasan ini pun diwujudkan oleh Dr. Hariono bersama penerbit UTama Press melalui agenda diseminasi di lingkungan komunitas beliau, sebagaimana terekam dalam dokumentasi visual acara.
Bagi UTama Press, penerbitan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dan konsistensi mereka untuk terus menghadirkan karya-karya literatur berkualitas tinggi. Sebuah ikhtiar untuk memberikan manfaat intelektual yang luas bagi pembaca sekaligus memajukan masa depan literasi anak bangsa. (liliirahali)


