Blog

  • Home
  • Posts
Dari Algoritma ke Literasi: UTama Press Merawat Tradisi Pengetahuan di Era Digital

Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat, buku tetap memiliki tempat penting sebagai medium untuk mendokumentasikan, menyebarluaskan, dan mewariskan pengetahuan. Bahkan ketika kecerdasan buatan (artificial intelligence), machine learning, dan berbagai teknologi digital mengubah cara manusia belajar, buku akademik tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pemahaman yang sistematis dan mendalam.

Semangat itulah yang tercermin dalam penerbitan buku referensi “Algoritma dan Pemrograman Dasar C – PendekatanSistematisMemahami Logika dan Dasar Pemograman oleh UTama Press. Buku tersebut secara simbolis diserahkan oleh Pimpinan UTama Press, Drs. H. Lili Irahali, M.M., B.A., kepada Azizah Zakiah, S.Kom., M.T., dkk., selaku penulis.

Bagi UTama Press, penerbitan buku bukan sekadar aktivitas menghasilkan sebuah karya cetak. Lebih dari itu, penerbitan merupakan bagian dari ikhtiar membangun ekosistem literasi akademik dan memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan. Buku-buku akademik maupun nonakademik yang diterbitkan diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi di perpustakaan, tetapi menjadi sumber belajar, bahan diskusi, sekaligus pemantik lahirnya gagasan-gagasan baru.

Algoritma sebagai Fondasi Berpikir

Pemrograman sering kali dipahami sebatas keterampilan teknis untuk menulis kode. Padahal, dibalik algoritma terdapat proses berpikir yang lebih mendasar. Bagaimana sebuah persoalan diurai, bagaimana hubungan sebab-akibat dipahami, dan bagaimana solusi dirancang secara sistematis.

Dalam konteks tersebut, buku Algoritma dan Pemrograman Dasar C memiliki relevansi yang lebih luas. Penguasaan dasar algoritma dan pemrograman tidak hanya penting bagi mahasiswa bidang informatika, tetapi juga menjadi bagian dari kemampuan memahami dunia digital yang semakin memengaruhi kehidupan manusia.

Buku ini ditulis oleh Azizah Zakiah, S.Kom., M.T. bersama dua akademisi Institut Teknologi Bandung, Dr. techn. Ary Setijadi Prihatmanto, S.T., M.T. dan Dr. Rahadian Yusuf, S.T., M.T.

Azizah Zakiah merupakan akademisi pada Kelompok Keahlian Kecerdasan Buatan dan Machine Learning, Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Komputer dan memperoleh gelar Magister Teknik dalam bidang Digital Media and Game Technology dari Institut Teknologi Bandung pada 2011. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan doktoral di STEI-ITB.

Selain aktif dalam pengajaran dan pembimbingan mahasiswa, Azizah juga berperan sebagai asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Minat penelitiannya mencakup smart learning, educational data mining, pembelajaran berbasis gamifikasi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Ia juga terlibat dalam pengembangan berbagai inovasi teknologi yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sementara itu, Dr. techn. Ary Setijadi Prihatmanto, S.T., M.T. merupakan akademisi pada Kelompok Keahlian Teknik Komputer, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di ITB serta meraih gelar doktor dari Johannes Kepler Universität Linz pada 2006.

Bidang keahliannya meliputi sistem cerdas, cyber-physical systems, Internet of Things (IoT), serta pengembangan arsitektur smart system. Ia aktif dalam berbagai proyek strategis nasional dan internasional yang berkaitan dengan transformasi digital, pendidikan cerdas, konservasi lingkungan, dan sistem otonom. Sejumlah inovasi teknologinya juga telah memperoleh HKI.

Adapun Dr. Rahadian Yusuf, S.T., M.T. merupakan akademisi bidang Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung dengan fokus penelitian pada Affective Computing, Human–Computer Interaction (HCI), dan Artificial Intelligence. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister Teknik Elektro di ITB serta meraih gelar doktor dari Doshisha University pada 2017.

Minat akademiknya juga mencakup Digital Media & Game, Socio-informatics, dan User Experience. Ia aktif dalam berbagai penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan teknologi yang diarahkan untuk menjawab persoalan nyata, termasuk dalam bidang sistem cerdas dan pembelajaran berbasis teknologi. Berbagai inovasi yang dikembangkannya juga telah menghasilkan HKI.

Buku, Pengetahuan, dan Masa Depan Pendidikan

Kehadiran buku Algoritma dan Pemrograman Dasar C menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tetap membutuhkan fondasi pengetahuan yang kuat. Kecanggihan teknologi tidak lahir begitu saja; ia tumbuh dari proses panjang pembelajaran, penelitian, eksperimen, dan kemampuan manusia dalam berpikir secara logis serta kreatif.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan AI, tantangan pendidikan bukan hanya bagaimana menghasilkan lulusan yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang mampu memahami, mengembangkan, dan menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

Karena itu, penerbitan buku akademik memiliki makna strategis. Setiap buku yang lahir dari ruang kelas, laboratorium, dan hasil penelitian merupakan bagian dari proses memindahkan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

UTama Press berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut. Penerbitan buku bukan sekadar merawat tradisi membaca dan menulis, tetapi juga merawat tradisiberpikir. Sebab, bangsa yang kuat dalam literasi bukan hanya bangsa yang banyak membaca, melainkan bangsa yang mampu mengubah pengetahuan menjadi gagasan, gagasan menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kemanfaatan bagi masyarakat.

Dari sebuah buku tentang algoritma dan pemrograman, pesan yang lebih besar pun dapat dibaca: di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, manusia tetap membutuhkan pengetahuan yang mendalam sebagai kompas untuk menentukan ke mana teknologi seharusnya diarahkan.

Itulah salah satu alasan mengapa buku tetap relevan—bahkan di era kecerdasan buatan. (liliirahali – Agustus 2026)