
Beberapa hari lalu Pimpinan UTama Press, Drs. H. Lili Irahali, M.M., B.A. secara simbolis menyerahkan buku yang diterbitkan kepada Dr. Hariono, S.H., S.E., M.H. selaku penulis melalui perwakilan beliau Dr. Ijah Hadijah, S.Pd., M.Pd.
Buku berjudul “Hakikat Pelibatan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang, Dalam Perspektif Kedaulatan Negara dan Negara Hukum” ini sangat menarik di tengah dinamika peran TNI di negara kita tercinta ini. Karena dalam dinamika ketatanegaraan modern, peran militer tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebatas fungsi pertahanan dalam konteks perang konvensional. Perkembangan ancaman yang semakin kompleks—mulai dari terorisme, bencana alam, konflik sosial, hingga ancaman non-tradisional lainnya—menuntut kehadiran negara melalui instrumen yang adaptif, responsif, dan tetap berlandaskan hukum. Dalam konteks inilah, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) menjadi diskursus penting yang tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga konstitusional.
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan supremasi sipil, Indonesia menempatkan TNI dalam posisi yang strategis sekaligus terbatas. Pelibatan TNI dalam OMSP tidak dapat dilepaskan dari rambu-rambu konstitusi, khususnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbagai regulasi turunannya.
UTama Press secara konsisten berkomitmen menerbitkan buku-buku akademik dan non akademik yang memberi manfaat bagi pembaca dalam rangka kontribusi mengembangkan semangat literasi bagi anak bangsa.
Dr. Hariono, S.H., S.E., M.H. merupakan perwira TNI Angkatan Darat yang memadukan pengalaman lapangan dengan kedalaman akademik di bidang hukum. Lahir di Wapunto pada 3 Juni 1981, ia berasal dari keluarga sederhana pasangan (Alm.) La Ode Pau dan (Almh.) Wa Ode Ria, yang membentuk karakter pengabdian, disiplin, dan keteguhan dalam perjalanan hidupnya.
Mengawali karier militer melalui jalur Secaba PK pada tahun 2001, Dr. Hariono menapaki perjalanan panjang sebagai prajurit sebelum diangkat menjadi perwira melalui pendidikan Dikpa AD pada tahun 2017. Saat ini, ia berpangkat Kapten Infanteri dan mengemban tugas sebagai Kaur Opslat Satpamops Bagum di Rindam XIV/Hasanuddin.
Sebagai prajurit Korps Infanteri, ia memiliki pengalaman operasional yang signifikan, antara lain dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh (2001 dan 2005) serta Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini (2003–2004). Atas pengabdian tersebut, ia dianugerahi tanda kehormatan negara, di antaranya Satyalancana Dharma Nusa serta Satyalancana Kesetiaan VIII dan XVI Tahun.
Di tengah tuntutan tugas militer, Dr. Hariono secara konsisten mengembangkan kapasitas intelektualnya. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi, melanjutkan ke jenjang Magister Hukum, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada tahun 2023. Latar belakang akademik ini memperkuat perspektifnya dalam mengkaji isu-isu strategis, khususnya dibidang hukum tata negara dan keamanan nasional.
Pengalaman penugasan yang beragam—mulai dari Komandan Regu di Yonif 726/Tamalatea, Bintara Pelatih di Rindam VII/Wirabuana, hingga posisi staf operasional di lingkungan Rindam XIV/Hasanuddin—memberikan fondasi praktis yang memperkaya analisisnya dalam bidang operasi militer dan tata kelola keamanan negara.
Sebagai seorang perwira sekaligus akademisi, Dr. Hariono menempatkan dirinya pada persimpangan antara praktik dan pemikiran. Karya ini merupakan refleksi dari upaya tersebut—menghadirkan kajian yang tidak hanya berpijak pada norma hukum, tetapi juga berakar pada realitas operasional di lapangan. (liliirahali-Juni 2026)